manfaat air rendaman sabut kelapa

Nah sobat... <script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-1678763752122889", enable_page_level_ads: true }); </script> ini saya akan berbagi pengalaman kembali mengenai manfaat air rendaman sabut kelapa. Setelah beberapa waktu berbincang, membaca artikel dan mengaplikasikannya.  Ternyata air rendaman sabut kelapa mempunyai manfaat lain untuk membuat tanaman menjadi lebih kokoh. Dengan demikian air rendaman sabut kelapa mempunyai unsur kalium yang di butuhkan tanaman. Untuk mempercepat unsur hara dapat di manfaatkan maka harus menggunakan bakteri. Bakteri bisa di gunakan EM-4  yang bisa di dapat di pertokoan pertanian. Larutan EM-4 membantu untuk melarutkan unsur kalium yang melekat pada sabut kelapa. 
Untuk pengaplikasiannya kita sediakan sabut kelapa, gula merah, larutan EM-4 air dan bejana atau drum. Langkah pertama sabut kelapa yang sudah di sediakan masukan dalam bejana atau drum, langkah kedua larutkan gula merah dan campurkan dengan larutan RM-4 sebagai bakterinya, langkah ketiga tuangkan larutan gula merah yang telah di campur dengan larutan bakteri kedalam bejana atau drum yang berisikan sabut kelapa, langkah keempat tuangkan air ke dalam bejana atau drum tadi dan tutup 7 sampai 14 hari.
Setelah 7 sampai 14 hari air rendaman tersebut sudah bisa di gunakan. Penggunaannya bisa di semprotkan pada batang atau daun tanaman atau dengan cara di kocor.
Penggunaanya selalu di <script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-1678763752122889", enable_page_level_ads: true }); </script> dengan air, hal ini menghindari keras larutan tersebut yang dihasilkan dari bakteri tersebut. Sehingga daun tanaman bisa kering atau mati tanaman tersebut. Misalnya 200cc dengan 5 liter air dengan cara di kocor, 200cc dengan 10 liter air untuk di semprotkan pada daun.
Penggunaan pupuk organik harus sabar, karena tidak bereaksi secepat pupuk kimia. Sebagai perbandingan untuk meyakinkan kita coba untuk dua <script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-1678763752122889", enable_page_level_ads: true }); </script> dan perilaku pemupukan yang berbeda dan sobat bisa menyimpulkan setelah beberapa waktu dan mendapatkan hasil. Selamat mencoba......
<script data-ad-client="ca-pub-1678763752122889" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>

Comments

Popular Posts